Blogger Widgets
Nasikin Sani official weblog | Members area : Register | Sign in
  • A boat with beautiful sunset.
  • Tree in field with blue sky.
  • Amaizing sunrise moment

Film yang Natural Bangetz "Bangun lagi dong Lupus...!"

Selasa, 16 April 2013

Menyenangkan. Itulah kata yang mungkin bisa menggambarkan Bangun Lagi Dong Lupus.
Sejak novel ini pertamakali muncul pada 1986, tulisan Hilman Hariwijaya ini langsung ‘melegenda’ di kalangan anak muda dan anak-anak yang lebih muda lagi saat itu. Kepopuleran novel Tangkaplah Daku Kau Kujitak  ini langsung membuahkan film dengan judul yang sama satu tahun kemudian, dan lima film kemudian. Setelah penampilan layar lebar terakhir pada 1991, masyarakat Indonesia kini bisa kembali menikmati aura positif Lupus dalam film besutan Benni Setiawan ini.
Bangun Lagi Dong Lupus berkisah tentang kehidupan Lupus (Miqdad Addausy), si anak baru di SMU Merah Putih. Bagaikan takdir, di hari pertamanya itu ia bersinggungan dengan Poppie (Acha Septriasa). Kecantikan Poppie berkesan di hati Lupus. Namun sayangnya Poppie sudah ada yang punya. Halaman baru kehidupan Lupus tidak hanya indah dengan kehadiran Poppie, tetapi juga ada Boim (Alfie Alfandy) yang super kocak, Gusur (Jeremy Christian) yang puitis, dan Si Kutu Buku Anto (Fabila Mahadira). Layaknya anak SMU pada umumnya, problema yang mereka hadapi tidak jauh-jauh dari urusan sekolah. Poppie  sibuk membuat sekolah. Lupus sibuk dalam lomba peduli lingkungan Go Green.  Tapi di antara tugas-tugas sekolah ini, tentu saja ada romansa dan persahabatan yang menjadi elemen drama film ini.
Hilman menciptakan tokoh Lupus sebagai tokoh idola yang selalu membawa nilai-nilai positif. Sesuatu yang mungkin semakin ke sini semakin terkikis di kalangan muda. Ketika kita dibombardir dengan tayangan televisi penuh intrik, dengki, mata melotot dan teriak-teriak, Lupus menjadi angin segar yang menyejukkan. Ia selalu membawa nilai-nilai luhur. Lupus menjalankan tugas sekolah dengan sangat baik. Ia menghormati, menghargai dan menyayangi sesama termasuk keluarga, teman-teman, dan guru. Ia pun merupakan ‘teman tapi mesra’ Poppie yang gentleman.
Bangun Lagi Dong Lupus juga membawa nilai-nilai kesederhanaan. Jangan harap Anda melihat anak-anak SMU yang sibuk bermain smart phone. Semua karakter menggunakan HP ‘jadul’ yang hanya berfungsi untuk telepon dan sms. Kebanyakan dari mereka pun meggunakan transportasi umum atau berjalan kaki untuk mondar-mandir dari dan ke sekolah. Ketika anak muda kini menggunakan bahasa AL4Y dan ber-’beb’ ria, Gusur menggunakan bahasa yang tertata rapi bahkan puitis. Bahasa Gusur yang unik dan selera humor Boim yang super gokil pastinya mengundang tawa penonton (Alfie Alfandi tampaknya memang terlahir menjadi komedian. Setiap kali dia in-frame, tingkah polahnya tidak pernah berhenti membuat saya tertawa!)
Meski pendatang baru, Miqdad mampu menghadirkan penampilan yang natural ketika beradu akting dengan aktris Acha Septriasa. Miqdad tampaknya memiliki bakat alami sebagai aktor. Selama beradu akting dengan lawan mainnya, siapa pun itu, Miqdad tidak pernah melepaskan pandangan dari mereka. Inilah yang menjadi alasan mengapa mimik wajah dan reaksi Miqdad realistis. Chemistry antara seluruh aktor utama dan pembantu terjalin baik.
Kehadiran sejumlah cameo menjadi kejutan manis bagi penonton. Aktor Didi Petet, Firda Razak, Cici Tegal, Debby Sahertian, Ira Maya Sopha, Dedi Mizwar dan sang produser Eko Patrio membawa kita pada masa keemasan pertelevisian Indonesia di tahun 90an. Penampilan mereka sedikit, namun sangat mengesankan. Membuktikan bahwa talenta tulen takkan lekang oleh waktu.
Hilman mengingatkan kita mengapa Lupus begitu sensasional. Bersama Benni Setiawan, Hilman meramu dialog sederhana yang cerdas, lucu dan mengena. Gaya suntingan yg pas juga membantu menciptakan momen-momen lucu dalam film ini.
Bangun Lagi Dong Lupus memang berlangsung pada jaman sekarang. Namun era 80an uniknya terasa. Penggemar Lupus dapat bernostalgia. Sementara penonton baru akan jatuh hati dengan karakter Lupus dan kawan-kawannya. Keluar bioskop, saya puas dan berharap. Puas telah menonton film berkualitas yang sangat menghibur, dan berharap makin banyak film Indonesia berkualitas berjaya di negeri sendiri juga.

Referensi : 
http://marissaanita.com/2013/04/06/bangun-lagi-dong-lupus/
http://www.21cineplex.com/bangun-lagi-dong-lupus-movie,3106,03BLDL.htm
Foto Saya

Merupakan Mesin terbang yang dirancang khusus untuk pengambilan gambar dari ketinggian (arial) memungkinkan untuk merekam obyek yang tidak dapat dijangkau dengan kamera kebanyakan
 
;